Metode Pengobatan Nabi

saaatnya kembali ke pengobatan nabi

Ibnul Qoyyim berkata,”Metode pengobatan nabawi tidak sebagaimana metode pengobatan para dokter. Pengobatan Nabawi sifatnya pasti, qoth’I dan ilahi, bersumber dari wahyu, pelita kenabian, dan kesempurnaan akal. Adapun pengobatan lainnya kebanyakan berlandaskan perkiraan, dugaan, dan percobaan-percobaan. Memang tidak perlu dibantah bahwa banyak orang sakit yang tidak merasakan manfaat pengobatan Nabawi, karena yang bisa mendapatkan manfaat pengobatan Nabawi adalah siapa yang mau menerima dengan percaya dan yakin akan diperolehnya kesembuhan. Ia menerimanya sepenuh hati, dengan keimanan dan kepatuhan. Al-Quran yang merupakan penyembuh apa yang ada didalam hati ini, jika tidak diterima dengan penerimaan sepenuh hati, juga tidak akan bisa mewujudkan kesembuhan hati dari berbagai penyakitnya, bahkan tidak menambahkan kepada orang-orang munafik selain dosa-dosa dan penyakit-penyakit yang bertumpuk-tumpuk. Bagaimana dengan pengobatan jasmani? Metode pengobatan nabawi tidak cocok kecuali untuk jasmani yang baik, sebagaimana penyembuhan al-Quran tidak cocok kecuali untuk ruh yang baik dan hati yang hidup. Berpalingnya manusia dari metode pengobatan nabi sebagaimana berpalingnya mereka dari pengobatan dengan al_Quran yang merupakan penyembuh manjur. Itu bukan disebabkan kekurangan pada obat, tetapi buruknya karakter, rusaknya tempat, dan tidak adanya penerimaan. [ath-thibbun Nabawi, ibnu qoyyim al-Jauziyah, hal.11-12].

Pengobatan Nabawi adalah metode pengobatan yang digunakan, diperintahkan, dan dianjurkan oleh Nabi dan beliau melarang kebalikannya.

Mari kita cermati ucapan Ibnul Qoyyim tentang pengobatan para Nabawi,” Ada obat-obatan yang menyambuhkan berbagai penyakit, yang tidak terjangkau oleh nalar para pakar pengobatan serta oleh pengetahuan, eksperimen, dan analogi mereka, yaitu obat-obatan hati dan nurani, kekuatan hati, ketergantungan, tawakal, dan bersandarnya hati kepada Alloh, patahnya harapan dihadapan-Nya, ketundukan kepada-Nya, sedekah, doa, taubat, istigfar, berbuat baik kepada sesama, menolong orang kesusahan, dan memberikan jalan keluar orang yang kesulitan.

Obat-obatan ini sudah dicoba oleh bangsa-bangsa dengan bermacan agama mereka, maka mereka merasakan pengaruhnya dalam penyembuhan penyakit, yang belum bisa dicapai oleh pengetahuan, eksperimen, dan analogi dokter yang paling ahli sekalipun.

Saya dan banyak orang lain telah mencoba obat-obatan ini dan kami mendapatkan obat-obatan ini berkhasiat melebihi khasiat obat-obatan yang bersifat materi.

Nabi menyayangi kita dan telah memberi petunjuk tentang banyak obat-obatan, mangajari kita cara untuk memanfaatkannya, sehinggga diperoleh kesembuhan dengan izin Alloh. Jika kita mencermati sabda-sabda beliau tentang pengobatan, baik pengobatan yang beliau laksanakan untuk mengobati diri sendiri, atau beliau resepkan dan anjurkan kepada orang lain, maka didalamnya akan kita temukan hikmah yang tidak mampu dinalar oleh akal kenyakan dokter.

Ibnu Qoyyim juga berkata,” Bahkan perbandingan metode pengobatan para dokter dengan metode pengobatan Nabawi adalah seperti perbandingan antara metode pengobatan yang dilakukan oleh orang-orang bodoh dengan metode pengobatan para dokter. Hal ini telah diakui oleh para pakar dan tokoh-tokoh kedokteran

[ath-thibbun Nabawi, ibnu qoyyim al-Jauziyah, hal.11-36],

artikel: https://abufarannisa.wordpress.com

picture source: http://maramissetiawan.wordpress.com

One Response to Metode Pengobatan Nabi

  1. oombagus mengatakan:

    asalamulaikum..kunjungan balik… good article.. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: