Sudahkah anda bersiwak hari ini?

kayu siwak

kayu siwak

manfaat kayu siwak – Dalam shahih al-bukhari dan muslim diriwayatkan bahwa rosulullah bersabda: “Kalau bukan karena memberatkan umatku, pasti sudah kuperintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.”. Dalam riwayat lain Al-Bukhari dan Muslim juga: “Rosulullah apabila bangun malam menyikat giginya dengan siwak.” Dalam shahih Bukhari secara mualaq disebutkan:”bersiwak itu adalah cara mensucikan mulut dan mendapatkan keridhoan Alloh.” Sementara dalam shahih Muslim disebutkan bahwa Rosulullah apabila masuk rumah, yang pertama kali adalah bersiwak.” Hadist-hadist dalam masalah itu banyak sekali.

Diriwayatkan dengan shahih bahwa Rosululloh juga sempat bersiwak sebelum wafat. Riwayat shahih lain menyebutkan bahwa Rosulullah sholollohua’laihiwasallam bersabda,”Aku banyak sekali menganjurkan kalian bersiwak.”

Kayu Siwak yang terbaik adalah yang dibuat dari kayu araak dan sejenisnya. Jangan sampai dibuat dari pohon yang tidak dikenal, karena bisa jadi beracun. Penggunaanya juga harus sederhana. Kalau terlalu berlebihan, bias jadi menghilangkan kilau gigi, bahkan bisa menyebabkan naiknya uap perut yang kotor kekepala. Bila digunakan secara proporsional bisa membersihkan gigi, memperkuat akar gigi, melemaskan lidah, mencegah gigi keropos, mengharumkan mulut, menjernihkan otak, dan menambah nafsu makan, menghilangkan dahak, menyehatkan lambung, menjernihkan suara, membantu pencernaan, mempermudah berbicara, member semngat dalam membaca, berdzikir dan shalat, mengusir kantuk, membuat Alloh Ridha, mengagumkan para malaikat, dan memperbanyak amal kebaikan.

Dianjurkan untuk bersiwak setiap waktu, terutama sekali saat shalat, berwudhu, bangun tidur, saat bau mulut berubah. Dianjurkan juga untuk orang yang sedang berpuasa atau tidak sedang berpuasa untuk melakukannya setiap waktu berdasarkan keumuman hadist-hadist yang ada, dan juga karena orang yang berpuasaperlu bersiwak, dank arena bersiwak itu bisa menyebabkan Alloh menjadi ridho, dan keridhoan Alloh itu amatlah dibutuhkan saat seorang berpuasa, lebih dari kebutuhan orang berpuasa terhadap makanan untuk berbuka. Bersiwak juga dapat membersihkan mulut, sementara kebersihan dan kesucian bagi orang yang berpuasa itu adalah yang terbaik.

Kandungan Kimia Batang Kayu Siwak menurut kedokteran modern

Al-Lafi dan Ababneh (1995) melakukan penelitian terhadap kayu siwak dan melaporkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri, mengikis plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi. Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, meliputi :

  • Antibacterial Acids, seperti astringents, abrasive dan detergent yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi, menghentikan pendarahan pada gusi. Penggunaan kayu siwak yang segar pertama kali, akan terasa agak pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard yang merupakan substansi antibacterial acid tersebut.
  • Kandungan kimiawi seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluorida, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimetilamin, Salvadorin, Tannin dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
  • Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, yang dapat menyegarkan mulut dan menghilangkan bau tidak sedap.
  • Enzim yang mencegah pembentukan plak yang merupakan penyebab radang gusi dan penyebab utama tanggalnya gigi secara prematur.
  • Anti Decay Agent (Zat anti pembusukan) dan Antigermal System, yang bertindak seperti Penicilin menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah terjadinya proses pembusukan. Siwak juga turut merangsang produksi saliva, dimana saliva sendiri merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

Menurut laporan Lewis (1982), penelitian kimiawi terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke-19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin dan resin. Kemudian dari hasil penelitian Farooqi dan Srivastava (1990) ditemukan silika, sulfur dan vitamin C. Kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana trimetilamin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi. Klorida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silika dapat bereaksi sebagai penggosok. Kemudian keberadaan sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, adapun fluorida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan email dan mengurangi larutnya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri.

Http://abufarannisa.wordpress.com
 
Sumber:
Kitab referensi: ath-Thib an_Nabawi (ibnu Qoyyim al_jauziah), edisi Indonesia-Griya Ilmu
Link referensi: http://abusalma.wordpress.com/2007/01/24/siwak-keajaiban-dalam-sunnah-nabi/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: