Solusi Islam bagi KDRT bagian 1

kekerasan dalam rumah tanggaKekerasan dalam rumah tangga– Saudara pembaca yang dirahmati Allah subhanallahu wata’ala, sesungguhnya keluarga adalah sebuah nikmat dan karunia Allah subhanallahu wata’ala kepada kita semua. Kenikmatan ini akan tambah terasa, bila keluarga yang kita bina menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Sebab itu, tidak berlebihan bila ada yang mengatakan “keluargaku, surgaku”.

Namun, tidak jarang kita temukan fenomena-fenomena yang memprihatinkan dalam kehidupan rumah tangga, khususnya dalam rumah tangga muslim. Sebut saja kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang banyak terjadi di mana-mana. Bila di teliti, banyak penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga tersebut, dari mulai masalah-masalah sepele hingga permasalahan-permasalahan vital seperti kasus-kasus perselingkuhan yang sangat memprihatinkan yang akhirnya si anak lah yang jadi korbannya.

Lantas, bagaimanakah solusi islam dalam menghadapi dilema ini? Untuk itu, dalam edisi ini penulis berniat mengangkat tema ini agar kita semua dapat mewujudkan slogan “keluargaku, surgaku” bukan “keluargaku, nerakaku”.

Keluarga adalah sebuah anugerah dan amanah

Mungkin kebanyakan kita telah menyadari bahwa keluarga adalah sebuah anugerah dari allah subhanallahu wata’ala yang patut di syukuri. Sebagaimana yang Allah katakan dalam surat an-Nahl Ayat 72:

“Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan kamu dari istri-istri kamu itu, anak-anak, dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?

Allah subhanallahu wata’ala menyebutkan keluarga adalah sebuah nikmat yang seharusnya disyukuri. Di samping itu, kita juga tahu bahwa keluarga adalah sebuah amanah yang dititipkan oleh Allah untuk dipelihara dan dirawat sedemikian rupa agar membuahkan hasil yang baik yang dapat kita petik di akhirat. Lantas mengapa masih saja kita jumpai kasus-kasus “kurang ajar” terhadap keluarganya, padahal itu juga merupakan sikap “kurang ajar” terhadap nikmat Allah?!

Allah subhanallahu wata’ala telah memerintahkan kepada kita agar menjaga diri dan keluarga kita dari api neraka, Firman Allah:

Hai orang-orang yang beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakar nya adalah manusia dan batu; pen jaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS.At-Tahrim:6)

Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan keluarga adalah tanggung jawab kita bersama. Dalam hadist yang shahih pun Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “setiap dari kalian adalah pemimpin, dan masing-masing kalian adalah pemimpin, dan masing-masing kalian akan dimintai per tanggung jawaban (atas apa yang telah dipimpinnya). Seorang kepala Negara adalah pemimpin dan ia akan dimintai pertanggungjawaban nya. Seorang lelaki adalah pemimpin keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya. Seorang wanita juga pengurus rumah sang suami dan dia kelak akan dimintai pertanggungjawaban nya..”

Stop KDRT lihatlah teladan kita

Melihat berbagai fenomena mengenaskan yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga di masyarakat kita –yang mayoritas muslim- layak jika membuahkan keprihatinan yang mendalam. Seandainya mereka tahu perjalanan hidup nabi …, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka, dalam ber interaksi terhadap keluarga dan orang –orang sekitar, kemudian mau untuk meneladani nya, niscaya akan sangat jarang ditemukan kasus-kasus KDRT.

Di dalam perjalanan hidup Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah kita jumpai beliau memukul atau menyakiti istri-istrinya, padahal jumlah istri-istri beliau ada Sembilan. Meski pun dalam beberapa kejadian, ada dari salah satu sikap istrinya yang memicu pertengkaran, namun beliau menyikapi nya dengan penuh hikmah, seperti kasus yang diceritakan oleh sahabat Anas bin Malik:

Ketika nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berada disalah satu rumah istrinya, tiba-tiba salah satu istrinya yang lain mengirimkan bejana yang berisi makanan melalui pembantunya, maka istri yang bersama Rasulullah tersebut memukul bejana yang berisi makanan tersebut hingga pecah, maka Rasulullah mengambil pecahan-pecahan bejana tersebut dan mengumpulkan makanan-makanan tersebut lalu beliau bersabda di hadapan para sahabatnya,”Ibu kalian sedang cemburu, makanlah kalian….” (HR. AlBukhari:4927)

Lihat bagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyikapi ulah salah satu istrinya tersebut, padahal hal tersebut terjadi di hadapan para sahabatnya? Apa yang terjadi seandainya beliau memarahi nya atau menampar wajahnya?! Oleh karena itu, benarlah kalau beliau mengatakan, “sebaik-baik kalian adalah paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluarga. (HR. Ibnu Madjah: 1977)

Bahkan ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dilapori salah satu sahabat wanita tentang perangai suaminya yang gemar memukul, beliau berkata,”sungguh banyak wanita yang telah berkunjung kepada istri-istri Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, mereka semua mengeluhkan tentang pemukulan suami mereka. Sungguh, demi Allah, kalian tidak mendapati mereka sebagai orang-orang yang baik.” (HR Abu dawud:2146. Ibnu madjah:1985)

Dalam hadist riwayat al-Bukhari (5204) juga, Rasulullah menegaskan,”Janganlah salah seorang diantara kalian memukul istrinya layaknya seorang budak, kemudian ia menggauli nya pada malam harinya.”

Kekerasan dalam rumah tangga, Abu Usamah, Buletin Al-Furqon Edisi Tahun ke-6 Vl8 No.1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: