Sifat Minum Nabi

Sifat minum nabi

Banyak dari kita tidak tahu bagaimana Ajaran dari Rosululloh khusunya yang berkaitan dengan minum, Pada artikel kali ini dipaparkan beberapa petunjuk nabi dari beberapa kebiasaan dari beliau dari sesuatu yang dianjurkan atau yang dihindarkan pada saat minum, baik itu dari cara meminum, tempat/wadah air minum dan jenis minuman yang baik untuk minuman. Petujuk beliau saat minum termasuk salah satu cara menjaga kesehatan yang terbaik. Beliau biasa minum madu yang dicampur dengan air dingin. Itu termasuk kiat menjaga kesehatan tubuh, yang tidak bisa dicapai oleh pengetahuan para pakar medis. Meminum madu jauh lebih bermanfaat daripada mengonsumsi berbagai jenis minuman lain yang diproses dari gula. Air dingin yang dicampur dengan unsur pemanis seperti madu, Kismis, Kurma atau gula, bisa berubah menjadi lebih berkhasiat untuk tubuh, menjaga kesehatannya. Oleh sebab itu minuman yang paling disukai oleh Rosululloh adalah yang dingin dan manis. Aisyah menceritakan, “Minuman yang paling disukai oleh nabi adalah yang dingin dan manis. Kemungkinan yang dimaksudkan adalah air tawar dingin, seperti air dimata air sumur jernih yang memang terasa manis. Karena beliau suka meminta dicarikan air tawar. Namun kemungkinan adalah air yang dicampur dengan madu, atau yang dicampur dengan kurma atau kismis tumbuk. Ada pendapat bahwa yang kedua inilah yang lebih tepat. Namun sebenarnya bisa mencangkup kedua-duanya. Air yang sudah didiamkan semalaman lebih berhasiat daripada yang diminum saat didapatkan secara langsung, disamping itu , berbagai unsur tanah dan bumi memang terpisah dari air bila sudah diendapkan satu malam.

Di antara cara minum nabi adalah dilakukan dengan duduk. Itulah petunjuk cara minum beliau yang wajar. Bahkan diriwayatkan dengan hahih bahwa beliau pernah melarang minum sambil berdiri. Diriwayatkan juga dengan shahih bahwa Rosululloh pernah memerintahkan orang yang minum sambil berdiri untuk memuntahkan minumannya. Namun juga diriwayatkan dengan shahih bahwa beliau sendiri pernah minum sambil berdiri. Sebagian kalangan menandaskan bahwa riwayat kedua ini me-mansukh-kan riwayat pertama. Sebagian golongan manyatakan: itu menjelaskan bahwa larangan beliau bukanlah bertujuan mengharamkannya, namun sekedar sebagai bimbingan, dan perbuatan itu lebih baik ditinggalkan. Segolongan ulama yang lainnya menyatakan bahwa antara kedua riwayat tersebut tidak ada kontradiksi. Karena beliau minum sambil berdiri dalam keadaan mendesak. Beliau mendatangkan air Zamzam saat orang-orang sedang berusaha mengambil air dari sumur itu, maka beliaupun ikut mengambilnya. Sebagian mereka memberikan air itu kepada beliau, lalu beliau meminumnya dalam keadaan berdiri. Sehingga beliau melakukan hal itu memang saat betul-betul dibutuhkan.

Minum sambil berdiri bisa menimbulkan banyak bahaya, diantaranya: Air minum itu tidak bisa mangalir secara optimal, tidak bisa bertahan dalam lambung dengan tenang untuk kemudian disirkulasikan oleh lever ke seluruh organ tubuh. Air turun secera langsung ke lambung, dikhawatirkan akan terjadi konfrontasi dengan suhu panas dalam perut dan mengganggu proses pembakaran, terlalu cepat kebagian bawah tubuh tidak secara bertahap. Semua itu akan membahayan orang yang meminumnya. Namun kalau dilakukan sesekali saja atau karena suatu kebutuhan, tidaklah berbahaya.

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari hadist Anas bin malik, ia menceritakan, “Rosululloh biasa bernafas tiga kali saat meminum air sambil berkata: “Cara itu lebih memuaskan, lebih enak dan lebih sehat”. Kata Syarab (minuman) menurut istilah syariat dan para ulama adalah air. Arti bahwa Rosululloh bernafas saat minum, yakni bahwa beliau menjauhkan sejenak cangkir airnya dari mulutnya, lalu bernafas diluar, baru kemudian meneruskan minumnya, sebagaimana diisyaratkan secara tegas dalam hadist lain: “Apabila salah seoarang di antara kalian minum, janganlah ia bernafas dalam air, tetapi hendaknya dijauhkan dulu cangkir minumnya dari mulutnya”, hadist yang lain: “Kalau salah seorang di antara kalian minum, hendaknya ia meneguknya seperti orang menghisap, bukan seperti orang menuang air. Penyakit lever itu diantaranya karena cara minum seperti itu”

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Jami’nya dari Rosululloh bahwa beliau bersabda: “Janganlah kalian minum sekaligus seperti seekor unta akan tetapi minumlah dua atau tiga kali teguk. Sebutlah nama Alloh bila kalian minum. Pujilah nama Alloh selesai kalian minum”. Membaca Basmallah sebelum makan dan minum serta menyebut Alhamdulillah seusai makan memiliki pengaruh yang amat menakjubkan dan menambah kenikmatan.

Rosululloh juga memerintahkan agar bejana itu diberi tutup meski hanya dengan sebatang kayu ranting. Adapun hadist Jabir bin Abdullah, ia mnceritakan: Aku pernah mendengar Rosululloh bersabda: “Tutuplah bejana dan tutuplah tempat minum, karena dalam satu tahun itu ada satu malam dimana wabah penyakit turun. Setiap kali wabah itu melewati bejana yang tidak ada bertutup atau tempat minum yang tidak tertutup, pasti akan menaruhkan bibit penyakitnya ditempat tersebut” (Hr. Muslim dalam shahihnya).

Dalam Sunan Abu daud diriwayatkan hadist dari Abu Said Al-Khudri bahwa ia menceritakan, Rosululloh melarang minum dari bagian cangkir yang terpecah/sompel dan melarang untuk bernafas dalam air minum.” Ini termasuk diantara etika yang diajarkan demi kemaslahatan orang yang minum, karena minum melalui bagian cangkir yang sompel memiliki beberapa bahaya:

>>Kotoran yang biasanya ada dipermukaan air, akan berkumpul dibagian cangkir yang sompel.

>>Bagian yang Sompel dapat mengganggu saat minum dan bisa jadi ada bagian yang pecah itu memiliki belahan yang tajam.

>>Bagian yang sompel adalah bagian yang jelek pada cangkir, yakni lokasi yang harus dijauhi.

Adapun bernafas di air minum, resikonya adalah menimbulkan bau busuk pada air minum yang tidak disukai orang lain. Secara umum napas orang yang minum akan tercampur ke dalam air tersebut. Oleh karena itu Rosululloh menggabungkan antara larangan meniup air dan larangan terhadap bernafas dalam air. Ini sesuai dengan hadist at_Tirmidzi dari ibnu abbas bahwa ia menceritakan: Rosulullo melarang meniup air dan bernafas dalam air minum.”

Materi dalam artikel ini dirangkum/ bersumber dari kitab Ath-Thib An-Nabawi karya Ibnu Qayyim Al-jauziyah.

2 Responses to Sifat Minum Nabi

  1. azkaazzahra mengatakan:

    Alhamdulillah dapat ilmu baru. makasih ya
    salam berbagi kebaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: