12 Kesalahan dalam mendidik anak

12 kesalahan dalam mendidik anak

Pada artikel kali ini disajikan beberapa kesalahan orang tua dalam hal mendidik anak laki-laki maupun perempuan, yang terkadang terjadi karena ketidaktahuan, atau karena kelalaian, atau karena kensengajaan. Berbagai tindakan keliru ini memiliki danpak negative terhadap kelurusan dan kebaikan anak. Tindakan-tindakan tersebut diantaranya sebagai berikut:

  1. Menghina dan bersikap kasar terhadap kesalahan apapun yang dilakukannya yang menjadikan anak menjadi kerdil dan terhina.Yang benar adalah memperingatkan anak secara lembut dan halus apabila ia melakukan kekeliruan, disertai penjelasan alasan-alasan yang bisa diterima anak untuk menjauhi kekeliruan tersebut.
  2. Apabila seorang pendidik hendak melarang dan meluruskan sikap anak, seyogyanya tidak dilakukan di hadapan teman-temannya, melainkan nasihat disampaikan kepada anak ketika ia terpisah dari teman-temannya.
  3. Sikap memanjakan yang berlebihan dan menaruh hati yang melampaui batas terhadap anak, khususnya dari pihak ibu, akan memicu timbulnya berbagai dampak yang sangat berbahaya bagi diri anak berikut tingkah lakunya. Terkadang berpengaruh pada bertambahnya sifat malu, tertutup, perasaan minder, lemahnya kepercayaan diri, kelabilan jiwa dan sikap menjauh dari pergaulan dengan teman-teman.
  4. Pemikiran yang meremehkan anak dan mengabaikan pendidikannya selagi masih kecil merupakan pemikiran yang salah. Yang benar adalah memulai pendidikan dan pengarahan sejak dini. Dimulai dari masa penyapihan. Dimana setelah anak disapih dari air susu ibunya, pengarahan, bimbingan,perintah, larangan, anjuran dan peringatan mulai disampaikan.
  5. Diantara indikasi pendidikan salah yang diterapkan ibu adalah tidak memberi peluang anak untuk melakukan pekerjaan yang sebenarnya mampu dilakukannya dengan keyakinan bahwa perlakuan seperti itu merupakan wujud cinta dan kasih sayang kepada anak. Perlakuan tersebut mengandung banyak pengaruh negative terhadap anak, diantaranya ialah pertama, hilangnya spirit kebersamaan dengan keluarga dalam menyemarakan kehidupan keluarga dan mengurus rumah. Kedua, sikap bergantung kepada orang lain dan hilangnya kepercayaan diri. Ketiga, terbiasa untuk malas dan menyerahkan urusan kepada orang lain.
  6. Fenomena pendidikan salah berikutnya adalah sikap sang ibu yang tidak membiarkan anaknya terlalu jauh dari pandangan matanya, meski hanya sejenak lantaran khawatir jikalau si anak tertimpa keburukan. Ini adalah wujud cinta yang berlebihan yang membahayakan kepribadian anak dan tidak memberinya manfaat.
  7. Mengutamakan sebagian anak atas sebagian anak yang lain, baik dalam hal pemberian, perlakuan atau cinta. Semestinya adalah bersikap adil diantara anak-anak dan tidak melebihkan yang satu atas yang lainnya.
  8. Merendahkan anak, menyuruhnya diam jika ia berbicara, dan mencemooh dirinya berikut pembicaraannya. Perlakuan ini akan menjadikan anak kehilangan kepercayaan diri, kurang berani berbicara dan mengungkapkan pendapat, serta seringkali malu dihadapan orang-orang dan pada kondisi-kondisi yang tidak mengenakkan.
  9. melakukan perbuatan munkar dihadapan anak-anak, seperti merokok, mendengarkan nyanyian, atau menonton film-film porno. Ini menjadikan orangtua dan pendidik sebagai teladan yang buruk bagi anak didiknya.
  10. Beranggapan bahwa karena si anak masih kecil, atau perkataan yang sering kita dengar dari orang tua “ yah namanya juga anak kecil” sehinga setiap keburukan yang diperbuat anak tidak diberi peringatan dan nasehat, atau malah membiarkan anak tersebut larut dalam tindakan keburukannya itu.
  11. Luluh ketika anaknya menangis, orang tua seringkali memberikan apa pun yang diminta anak apabila ia menangis di hadapannya, terutama bila anak masih kecil. Seringkali jika anak meminta sesuatu dan orang tua menolaknya, maka si anak akan menangis agar permintaanya dikabulkan. Pada saat demikian orang tua akan luluh dan memenuhi permintaanya entah karena rasa sayang mereka kepada anak, atau hanya untuk membuat anak diam dan terbebas dari rengekannya atau untuk tujuan-tujuan yang lain. Ini adalah kesalahan yang tidak bisa dianggap remeh. Tindakan ini akan menjadikan anak bersikap manja dan lemah kemauannya.
  12. Kesalahan dalam mendidik anak lainnya adalah meremehkan penggunaan telepon oleh anak, seringkali para orang tua memberikan kebebasan menggunakan telephon dirumah atau malah memberikan anak sebuah Telephone genggem (HP) tanpa pengawasan dari orang tua. Tidak dipungkiri pada zaman modern saat ini, merebaknya Facebook, tweeter, internet, nyanyian, video yang sangat dengan mudah diakses oleh telephon. Orang tua tidak menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh alat komunikasi tersebut apabila disalah gunakan, banyak kerusakan yang ditimbulkan, cobaan, bahkan banyak kehormatan terkoyak karenanya.

Demikian beberapa kesalahan orang tua dalam pendidikan anak yang sering kita temui.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Artikel: http://farannisa.com

Reff: Buku Salah Kaprah mendidik anak, Kiswah Media

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: